Sabtu, 22 Desember 2012

Kutipan dan Catatan Kaki

A.    Pengertian Kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedia, artikel, laporan, buku,majalah, internet, dan lain sebagainya. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). Dalam penulisan kutipan terhadap hal-hal yang perlu diperhatika yaitu :
1.      Penulisan nama pengarang menggunakan nama akhir disertai tahun.
2.      Jika pengarangnya dua orang, ditulis nama akhir kedua pengarang tersebut.
3.      Jika pengarangnya lebih dari 2 orang, tulisan nama akhir pengarang pertama diikuti dkk.
4.      Jika nama pengarangnya tidak ada, yang dicantumkn adalah nama lembag yang menernitkan, nama dokumen yang diterbitkan atau nama koran.
5.      Untuk karya terjemehan, nama pengarang yang dituliskan adalah nama pengarang asli.
6.      Mengutip dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh pengarang berbeda, dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.
Ada 2 (dua) cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung.
1.      Contoh kutipan langsung
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi ( 1984;3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itupercaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.
2.      Contoh kutipan tidak langsung
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983;3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akn pendpat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

B.     Pengertian Catatan Kaki
Catatan kaku adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku. Caatan kaki biasanya dicetak dengan huruf lebih kecil daripada huruf di dalam teks guna menambhkan rujukan uraian didalam naskah pokok.
a.      Cara penggunaan catatan kaki
·         Penomoran
1.      Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggunakan angka Arab ( 1,2 dan seterusnya) dibelakang bagian yang diberi catatan kaku, agak keatas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun.
2.      Nomor itu dapat berurutan untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan.
·         Penempatan
1.      Catatan kaki dapat di tempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung ) dan diteruskan dengan teks.
2.      Cara yang lebih banyak dilakukan ialah dengan meletakkannya pada bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab.
3.      Antara catatan kaki dengan teks dipisahkan dengan garis sepanjang baris.

b.      Unsur-unsur Catatan Kaki
·         Untuk Buku
a.       Nama pengarang (editor,penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma ( , ).
b.      Judul buku,ditulis dengan huruf kapital (keculi kata-kata tugas), digarisbawahi.
c.       Nama atau nomer seri, kalau ada.
d.      Data publikasi : jumlah jilid, kalau ada kota penerbit,diikuti titik dua ditulis nama penerbit,diikuti koma dianta,tahun penerbit dan tanda kurung.
e.       Nomor jilid kalau perlu.
f.       Nomor halaman diikuti titik (.)

·         Untuk Artikel dalam Majalah/berkala
a.       Nama pengarang.
b.      Judul artikel, diantara tanda kutip ( ”...” )
c.       Nama majalah, digaris bawahi.
d.      Nomor majalah jika ada.
e.       Tanggal penerbitan.
f.       Nomor halaman.
Perlu diketahui bahwa anyak cara yang telah diterapkan sehubungan dengan pemakain dan penulisan kutipan, untuk kaki, dan daftra pustaka. Dalam pelaksanaannya mungkin setiap instasi/ perguruan tinggi menerapkan aturam-aturan yang berbeda-beda dalam penulisan kutipan, catatan kaki dan daftar pustaka, namun ketiga hal yang telah di jelaskn di ataas memiik fungsi yakni :
1.      Memberikan informasi bahwa pernyataan yang di buat bukan hasil pemikira sendiri tapi juga ditambahkan dengan pemikiran orang lain.
2.      Apabilan pembaca menginginkan mendalami lbih jauh pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri referensi yang menjadi sumber kutipan.
3.      Memberikan apresiasi atatu penghargaan terhadap penulis buku yang telah membantu kita dalam penulisan karya tulis yang kita selesaikan.
4.      Menjaga profesionalitas penulis terhadp karya tulis yang telah dia buat.
5.      Menjaga etika penulisan karya ilmiah dimana setiap karya orang lain patut diberikan penghargaam tersendiri.
Sumber/referensi :


Selasa, 30 Oktober 2012

Hijab


HIJABERS

Mungkin mendengar kata hijabers udah nggak asing lagi, ya hijabers adalah pemakaian jilbabers adalah komunitas wanita yang memakai hijab itu sendiri. Sekarang kita para cewek yang memakain tidak hanya sekedar mengenakan hijab satu warna dengan gaya yang itu-itu saja, tetapi sebagai hijabers kamu pun bisa berkreasi sendiri dengan pemakaian kain khusus hijab dengan desain yang tidak kalah kerennya. So, jangan khawatir kalau kamu dibilang kuno atau nggak gaya karena memakai hijab, karena sekarang para hijabers pun nggak kalah fashionable dibandingkan dengan yang lainnya.
Saya adalah salah satu suka dengan hijab, tapi banyak kendala yang saya memakai  hijab dengan berbagai model. Dulu saya orangnya nggak pede dengan memakai hijab dengan berbagai model karena suka nggak cocok ama bentuk muka, tapi dengan adanya dorongan dari temen-temen saya akhirnya membiasakan memakai hijab. Banyak komunitas hijab sekarang di Indonesia yang menunjukan kreatifitasnya dalam memakai jilbab. Dari youtube lah saya melihat dan mencoba-coba memakai hijab. Contoh dari hijab-hijab itu sendiri seperti ini:
Catetan buat para cewek yang memiliki muka bulet untuk lebih pede memakai hijab. Kalo nggak sekarang kapan lagi kita ngikuti tren, jangan mau jadi orang yang ketinggalan zaman. Hijab adalah inspirasi saya unutk menulis ini. J

Tata Cara dan Etika Penulisan dalam Blog


Tata Cara dan Etika Penulisan dalam Blog

Menulis di blog bukanlah hal yang mudah, karena hasil tulisan bisa dibaca oleh semua orang, maka diperlukan etika dalam menulis blog. Pada era reformasi ini, banyak cara yang dapat digunakan dalam mengeluarkan pendapat, salah satunya dengan menulis. Saat ini yang banyak digunakan yaitu menulis melalui internet. Tetapi banyak aspek yang belum diketahu sesorang, terutama mengenai etika dalam menulis melalui internet.
Etika menulis di internet merupakan pendapat masing-masing orang mengenai tata cara atau sopan santun menulis di dalam dunia maya. Dunia maya memiliki aturan-aturan dan sopan santun yang harus dipahami setiap orang. Banyak yang kita jumpai seseorang yang menulis tanpa menggunakan aturan atau sopan santun yang semestinya, mengirimkan dengan menggunakan email, mempublikasikan dokumen elektronik seperti gambar, video dan tulisan-tulisan dalam bentuk lain tanpa memperhatikan kode etik yang semestinya.
Hal-hal yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut:
a.    Mengirim dan mendisribusi dokumen yang bersifat pornografi, menghina, mencemarkan nama baik dll.
b.    Melakukan pembobolan secara sengaja ke sistem komputer.
c.    Melakukan penyadapan informasi.
d.    Melakukan penggandaan tanpa ijin.
e.    Memanipulasi, mengubah, menghilangakan informasi.
Ada beberapa inti dalam etika menulis blog yang baik, diantaranya :
·         Judul yang menarik, pemilihan judul adalah hal utama yang harus dipikirkan karena judul yang menarik dapat membuat si pembaca penasaran dengan isi dari tulisan di blog tersebut. Judul juga harus sesuai dengan isi dari tulisan, jangan hanya karena ingin membuat judul yang menarik tetapi tidak sesuai dengan isinya.
·         Tidak menggunakan huruf besar dan berwarna, dengan menggunakan huruf besar sepertinya anda sedang emosi dan huruf berwarna orang pusing. Sebaiknya menggunakan huruf dan ajaan yang biasa saja.
·         Tidak lupa dengan tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya, dll. Karena ini sangat mempunyai pengaruh yang besar untuk pembaca, salah tanda baca dapat diartikan lain oleh pembaca.
·         Bahasa yang mudah dimengerti, tidak memakai istilah yang jarang orang pakai atau beri penjelasaanya pada pertama kali kata itu dipakai. Sehingga orang yang membaca blog tersebut akan mengerti tentang apa yang disampaikan oleh penulis.
·         Pilih bahasa yang pantas dan sopan.
·         Jangan sampai salah ketik, kalau sampai salah ketik bisa berdampak bahaya, tidak setiap orang mempunyai pendapat yang sama bisa jadi karena salah ketik menyebabkan arti yang berbeda. Jadi sebelum dikirim lebih baik periksa kembali, apakah ejaan, tulisan itu sudah layak untuk dipublikasikan.

·         Biasakan mencantumkan sumber tulisan yang diambil pada tulisan anda
Pada dasarnya hal ini adalah suatu kesadaran moral sesorang untuk mencamtukan dasar dari sumber penulisan yang dibuat, karena jika tidak mencantumkan sumber maka sama saja disebut dengan plagiatisme. Suatu tulisan yang terdapat sumber berasal maka menandakan bahwa tulisan yang dibuat dapat dibuktikan kebenarannya dan akan meningkatkan kepercayaan para pembaca.
·         Menggunakan Inisial beserta bukti otentik
Pada saat penulisan suatu kasus yang belum pasti kebenarannya, sebaiknya nama orang yang terkait dengan kasus tersebut diinisialkan. Dan saat menuliskan suatu kasus dalam suatu internet jangan lupa menyertakan bukti-bukti yang otentik seperti foto, link tulisan sumber atau berkas pendukung lainnya.
·         Penentuan Kata Kunci (keyword) yang tepat sesuai tujuan tulisan
Sering kali orang menetukan kata kunci dari penulisannya tidak sesuai dengan tujuan penulisan itu dibuat, ini dilakukan biasanya hanya untuk meningkatkan rating blog reader agar blog tersebut lebih populer. Hal ini akan mengganggu atau bahkan membuang-buang waktun pembaca saja yang mungkin sedang mencari bahan tulisan sesuai kata kunci yang dicari. Maka dari itu buatlah kata kunci yang sesuai dengan tulisan yang anda buat.
·         Tata cara menulis dengan baik, sopan dan sesuai dengan EYD.
Ini etika yang sangat penting dalam penulisan di suatu media internet, tata cara bahasa yang mengikuti EYD akan membuat tulisan kita akan dinilai baik dan jelas. Kesopanan juga hal sangat penting dalam melakukan penulisan jangan sampai tulisan yang kita buat akan mendatangkan masalah untuk diri kita sendiri.
·         Menulis secara faktual (Sesuai dengan fakta yang ada)
Jika ingin menuliskan sesuatu dalam media internet pastikan bahwa kebenaranya sudah dipastikan atau sesuatu yang sudah menjadi fakta bukan berupa suatu isu yang penyebarannya dari mulut ke mulut.
·         Tulisan berisi kondisi yang sebenarnya (apa adanya)
Dalam penulisan di internet sudah seharusnya menulis sesuai dengan apa yang terjadi, tidak boleh melebih-lebihkan suatu tulisan yang dapat merugikan bahkan menyakiti sesorang. Penulis juga harus mengusahakan untuk tidak berbohong agar kepercayaan para pembaca tidak menurun.
·         Baca kebijakan Blog Provider secara saksama
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya sebelum membuat suatu tulisan dalam blog terlebih dahulu membaca kebijakan privasi blog provider secara seksama dan hati-hati. Karena kebijakan privasii tersebut berisi peraturan yang harus ditaati oleh pengguna atau user.
Dan terakhir penulis akan mencantumkan hal-hal yang sangat dilarang dalam dunia internet, diantaranya :
  1. Tulisan yang mengandung SARA ayang bertujuan untuk menghasut kelompok tertentu
  2. Konten-konten yang mengandung pornografi baik yang bergerak atau pun tidak.
  3. Tulisan yang berisi kata-kata yang kasar dan tidak baik atau tulisan yang bersikap menteror seseorang
  4. Vandalisme yang dialkukan sengaja dan tidak bertanggung jawab
  5. Merubah dokumen asli tanpa seijin pemiliknya
  6. Mendukung peradaran software crack yang dapat diunduh bebas
Referensi :